Secara umum, ketahanan pangan di Indonesia sedang mengalami tantangan resesi ekonomi. Hal itu dikarenakan berkurangnya pendapatan masyarakat, khususnya petani. Penyebab utama adanya penurunan aktivitas usaha produktif, dan meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan selama pandemi yang berlangsung kemarin.

Usaha hortikultura mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat petani dan pelaku usaha lainnya, baik pada skala mikro, kecil, menengah, maupun besar. Usaha hortikultura mempunyai keunggulan karena jenisnya sangat beragam, serta tingginya potensi pasar di dalam negeri maupun di luar negeri yang terus meningkat.

Melihat hal ini, Yayasan Galang Bersama Kami mengembangkan program Holtikulturan bagi para petani yang ada di Desa Napu, Kabupaten Poso. Sebanyak 10 petani yang menandatangani kontrak kerjasama yang akan berlangsung selama 3 tahun untuk pengolahan program Holtikultura. Rencananya lahan tersebut akan ditanami beberapa jenis tanaman seperti wortel, kol, sawi, brokoli, kentang dan lain-lain.

Pemberdayaan petani hortikultura pada intinya memampukan dan memandirikan petani dengan mendorong, memotivasi, dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimilikinya serta berupaya untuk mengembangkannya untuk membentuk masa depan sesuai dengan keinginan mereka. Dengan pengertian ini, pemberdayaan petani dapat dilakukan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi serta kemandirian sehingga dapat berperan sebagai agen pembangunan.

Menurut Jumadil selaku kepala program  Yayasan Galang Bersama Kami, program Holtikultura ini merupakan program yang sangat positif untuk dapat membantu ekonomi masyarakat setempat.

Dengan adanya program ini, Yayasan Galang Bersama Kami berharap nantinya akan melahirkan para petani berdaya dari para Mustahik. Sebagaimana konsep yang sudah digagas untuk program ini ialah pemberdayaan ekonomi bagi para Mustahik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *